Top Stories

Tata Steel menguji sampel batubara kokas dari Rusia untuk memproduksi baja: CEO Narendran

Tata Steel menguji sampel batubara kokas dari Rusia untuk memproduksi baja: CEO Narendran


Tata Steel telah menguji sampel batubara kokas dari Rusia untuk membuat baja melalui rute tanur sembur, kata Managing Director dan Chief Executive Officer TV Narendran.

Perkembangan tersebut mengasumsikan signifikansi dalam industri baja dalam negeri karena hasil percobaan yang bermanfaat akan mematahkan monopoli Australia dalam pasokan batu bara kokas ke India.

Menurut data resmi, negara tersebut mengimpor sekitar 56 juta ton (MT) batu bara kokas senilai sekitar Rs 72.000 crore. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 MT diimpor dari negara benua saja.

“Kami telah mengimpor beberapa batu bara kokas dari Rusia. Pantai timur Rusia adalah sumber yang bagus,” kata Narendran kepada PTI.

CEO tersebut mengatakan hal ini saat menjawab pertanyaan terkait kontribusi perusahaan terhadap upaya kementerian baja yang sedang berlangsung untuk mengurangi ketergantungan India pada negara-negara tertentu untuk mendapatkan batu bara kokas.

Sebelumnya, kementerian meminta pembuat baja untuk mendapatkan batu bara kokas dari Rusia dan menguji bahan mentah di pabrik mereka dan memperbarui hasil yang sama.

Batubara kokas adalah bahan baku utama yang digunakan untuk membuat baja dengan menggunakan rute tanur sembur, selain bijih besi.

“Kami mendukung prakarsa pemerintah untuk melihat Rusia sebagai sumber (batu bara kokas). Itu adalah pilihan yang baik untuk kami miliki, jika tidak kami terlalu bergantung pada Australia,” katanya.

Ia menambahkan, Australia juga kerap menghadapi masalah topan dan cuaca. “Karena berbagai alasan, adalah baik bagi kami untuk memiliki lebih dari satu opsi. Kami telah mengeksplorasi dan mencoba beberapa materi.”

Tata Steel memproduksi baja menggunakan tanur sembur di pabrik 11-MTPA (juta ton per tahun) di Jamshedpur di Jharkhand dan pabrik 3-MTPA di Kalinganagar di Odisha.

Ketika dihubungi Tata Steel untuk rincian sehubungan dengan percobaan tersebut, seorang juru bicara perusahaan berkata, “Tidak ada informasi yang tersedia saat ini terkait dengan itu.”

Sebelumnya, Ketua Steel Authority of India Ltd (SAIL) AK Chaudhary juga menginformasikan tentang inisiatif serupa yang dilakukan oleh pembuat baja milik negara tersebut.

Dalam wawancara dengan PTI, dia mengatakan produsen baja dalam negeri sangat bergantung pada batu bara kokas impor.

Perusahaan sedang mencari tujuan dan vendor baru untuk mendapatkan batubara kokas dari pasar internasional untuk menghindari ketergantungan pada sumber yang terbatas, kata Chaudhary.

Selain Australia, sebagian kebutuhan coking coal juga dipenuhi dari Afrika Selatan, Kanada, dan AS.


Dipublikasikan oleh : Keluaran HK