Ekonomi

RBI meminta bank untuk tidak menyetujui proposal firma hukum asing untuk membuka kantor cabang di India

RBI meminta bank untuk tidak menyetujui proposal firma hukum asing untuk membuka kantor cabang di India


RBI pada hari Senin meminta bank untuk tidak menyetujui proposal firma hukum asing untuk membuka kantor cabang, kantor proyek atau kantor penghubung di negara di bawah FEMA untuk tujuan praktik profesi hukum.

RBI telah mengeluarkan surat edaran dalam hal ini sehubungan dengan perintah Mahkamah Agung dimana pengadilan puncak diadakan bahwa para pendukung yang terdaftar di bawah Undang-Undang Advokat, 1961 saja berhak untuk mempraktikkan hukum di India dan firma hukum asing atau pengacara asing tidak dapat mempraktikkan profesi hukum.

“… bank diarahkan untuk tidak memberikan persetujuan apapun kepada kantor cabang, kantor proyek, kantor penghubung atau tempat bisnis lain di India di bawah FEMA untuk tujuan mempraktikkan profesi hukum di India,” kata RBI.

Lebih lanjut, “mereka akan memberitahu Reserve Bank jika ada pelanggaran terhadap ketentuan dari Undang-Undang Advokat datang ke pemberitahuan mereka”, tambahnya.

RBI pada Oktober 2015 telah menyarankan bank untuk tidak memberikan izin baru atau memperbarui izin yang telah diberikan kepada firma hukum asing mana pun untuk pembukaan kantor penghubung di India hingga kebijakan terkait hal ini ditinjau berdasarkan, antara lain, penyelesaian akhir masalah tersebut oleh Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung, katanya, saat menyelesaikan kasus tersebut, menyatakan bahwa para advokat yang terdaftar di bawah Undang-Undang Advokat, 1961 saja berhak untuk mempraktikkan hukum di India dan bahwa firma / perusahaan hukum asing atau pengacara asing tidak dapat mempraktikkan profesi hukum di India.

Dengan demikian, firma / perusahaan hukum asing atau pengacara asing atau orang lain yang bertempat tinggal di luar India, “tidak diizinkan” untuk mendirikan kantor cabang, kantor proyek, kantor penghubung atau tempat bisnis lain di India untuk tujuan mempraktikkan profesi hukum, kata bundar itu.


Dipublikasikan oleh : https://totohk.co/