gst: Enam digit kode HSN dalam GST yang diwajibkan mulai 1 April


NEW DELHI: Wajib pajak GST yang memiliki omset lebih dari Rs 5 crore pada tahun buku sebelumnya, diwajibkan untuk memberikan 6 digit Kode HSN (Harmonized System of Nomenclature Code). Ini mulai berlaku mulai 1 April.

Ini berlaku untuk SAC (Service Accounting Code) pada faktur yang dikeluarkan untuk penyediaan barang dan jasa kena pajak. Seorang wajib pajak yang memiliki omset hingga Rs 5 crore pada tahun buku sebelumnya diharuskan memberikan 4 digit kode HSN pada faktur B2B. Sebelumnya, persyaratannya masing-masing 4 digit dan 2 digit.

Kode HSN untuk barang 6 digit bersifat universal. Oleh karena itu, kode HSN umum berlaku untuk Bea Cukai dan GST. Karenanya, kode yang ditentukan dalam tarif Bea Cukai juga digunakan untuk tujuan GST. Dalam Tarif Pabean, kode HS ditetapkan sebagai pos (HS 4 digit), sub pos (HS 6 digit) dan pos tarif (8 digit). Dokumen-dokumen ini dapat diakses di situs web CBIC. Jadwal tarif GST untuk barang dan jasa juga dapat diakses dari situs web.

Fasilitas pencarian HSN juga tersedia di portal GST.

Produsen dan importir / eksportir telah menggunakan Kode HSN. Produsen melengkapi kode-kode ini bahkan dalam rezim pra-GST. Importir dan eksportir juga telah melengkapi kode-kode ini dalam dokumen mereka sebelumnya. Pedagang menggunakan kode HSN yang diberikan dalam faktur yang dikeluarkan oleh produsen atau pemasok importir kepada mereka. Sejumlah besar pembayar pajak GST sudah memberikan kode-kode ini secara sukarela pada faktur, tagihan elektronik, dan pengembalian GSTR 1.

(Tujuan satu atap untuk UMKM, ET RISE menyediakan berita, pandangan dan analisis seputar GST, Ekspor, Pendanaan, Kebijakan dan manajemen usaha kecil.)

Unduh Aplikasi Economic Times News untuk mendapatkan Pembaruan Pasar Harian & Berita Bisnis Langsung.

Dipublikasikan oleh : Hongkong Pools