ET

Dilihat: Transfer tunai langsung bukanlah vaksin untuk menghidupkan kembali PDB. Itu bahkan bukan remdesivir anti virus

Dilihat: Transfer tunai langsung bukanlah vaksin untuk menghidupkan kembali PDB. Itu bahkan bukan remdesivir anti virus

[ad_1]

Ekonom seperti Raghuram Rajan, Abhijit V Banerjee dan Manmohan Singh, serta politisi seperti P Chidambaram dan Yogendra Yadav, telah menganjurkan agar lebih banyak uang diberikan ke tangan orang. Tapi mereka belum menjawab ‘Bagaimana?’, ‘Berapa?’, Dan ‘Berapa biayanya?’

Ringkasan

Ekonom seperti Raghuram Rajan, Abhijit V Banerjee dan Manmohan Singh, serta politisi seperti P Chidambaram dan Yogendra Yadav, telah menganjurkan agar lebih banyak uang diberikan ke tangan orang. Tapi mereka belum menjawab ‘Bagaimana?’, ‘Berapa?’, Dan ‘Berapa biayanya?’ Berapa angka defisit fiskal ajaib yang sesuai untuk menyeimbangkan konsekuensi makro dari transfer tunai langsung (DCT)?

Jika hanya mencetak lebih banyak uang dan mendistribusikan uang tunai akan membuat PDB meroket, maka Robert Mugabe akan menjadi ekonom Keynesian terbaik dunia, dan Zimbabwe raja PDB. John Maynard Keynes memang menganjurkan pencetakan uang dalam ekonomi ‘depresi’ untuk menciptakan permintaan yang akan, pada gilirannya, menimbulkan lebih banyak investasi, dan dengan demikian memungkinkan ‘siklus yang baik’ untuk dimulai. Jika pemberian uang tunai serupa dilakukan hari ini, itu adalah sangat tidak mungkin itu akan hidup kembali

  • ARTIKEL HADIAH
  • UKURAN HURUF
  • MENYIMPAN
  • KOMENTAR

Masuk untuk membaca artikel lengkap

Anda mendapatkan Kisah Utama ini sebagai Hadiah Gratis

Sudah menjadi anggota?

Mengapa ?

  • Sharp Insight-rich, Cerita mendalam di 20+ sektor

  • Akses cerita Economic Times eksklusif, Pendapat Editorial dan Ahli

  • Pengalaman bersih dengan
    Iklan Minimal

  • Komentar & Libatkan dengan komunitas ET Prime

  • Undangan eksklusif ke Acara Virtual dengan Pemimpin Industri

  • Tim tepercaya dari Jurnalis & Analis siapa yang paling bisa menyaring sinyal dari kebisingan


Dipublikasikan oleh : https://sinarlampung.com/