Pendapatan

bekerja dari rumah tips | Coronavirus dan kehidupan kerja: Kiat agar bekerja dari rumah menjadi mudah

bekerja dari rumah tips | Coronavirus dan kehidupan kerja: Kiat agar bekerja dari rumah menjadi mudah


Oleh Devashish Chakravarty


Untuk mengurangi penyebaran COVID-19, pertama-tama sekolah dan mal ditutup di seluruh negeri dan kemudian bisnis mulai meminta karyawan untuk Bekerja Dari Rumah (WFH) jika memungkinkan. Jika Anda seorang pekerja kantoran, di bidang teknologi, dalam panggilan telepon atau layanan pelanggan atau jika seluruh pekerjaan Anda ada di komputer, maka cepat atau lambat, atasan Anda akan memindahkan Anda ke status WFH. Bagi mereka yang terbiasa bekerja jarak jauh, ini bukanlah hal baru. Tetapi jika Anda menghadapi situasi tersebut untuk pertama kalinya, berikut cara menguasainya.

1. Area kerja
Tugas pertama Anda adalah membuat ruang kerja di rumah Anda yang kondusif untuk WFH. Idealnya Anda akan bekerja di ruangan sendiri di balik pintu tertutup. Tidak ada teman sekamar, tidak ada lemari es dan tidak ada tempat tidur untuk menggoda Anda pergi. Investasikan pada furnitur yang tepat agar nyaman. Meja yang tepat dan kursi kerja ergonomis lebih baik daripada sakit punggung yang dipicu oleh bekerja di sofa dengan laptop Anda. Jaga agar meja Anda tetap bersih dan rapi. Pastikan Anda memiliki dinding atau latar belakang yang sesuai untuk melakukan panggilan Skype atau video dengan rekan kerja.

2. Bersikaplah teratur
Siapkan laptop, buku harian, pena, ponsel, dan pengisi daya Anda. Jika Anda berada di rumah yang bising, belilah headphone peredam bising. Gunakan mouse untuk efisiensi yang lebih baik. Cari tahu siapa yang akan merawat anak-anak dan jaga agar mereka tidak mengganggu Anda dengan penutupan sekolah. Jika pasangan Anda juga menggunakan WFH, bagikan slot waktu dan tugas yang berhubungan dengan anak-anak. Atur rutinitas dan aturan untuk gangguan lain seperti pelayan dan bel pintu.

3. Menguasai teknologi
Belajar menggunakan teknologi terbaik yang tersedia untuk WFH. Anda dapat menggunakan Google Hangouts untuk video call tim dan Slack atau alat serupa untuk perpesanan. Alat manajemen proyek seperti Asana membantu Anda mencapai hasil tim sementara aplikasi daftar atau Trello dapat membantu mengatur hari Anda. Bicaralah dengan departemen TI Anda untuk bantuan apa pun yang Anda butuhkan, termasuk menyiapkan VPN jika diperlukan.

4. Rencanakan alur kerja
Rencanakan pekerjaan Anda sebelum Anda memulai hari. Miliki daftar tugas atau lembar target di depan Anda. Prioritaskan proyek Anda dan jadwalkan slot waktu termasuk waktu ekstra di antaranya untuk memenuhi kemungkinan seperti panggilan kerja yang tidak terduga dan tugas baru yang diterima dari manajer Anda. Saat Anda memulai tugas, lanjutkan hingga selesai. Jangan beralih antar tugas atau terbawa oleh kebutuhan Anda untuk membalas email baru. Multi-tasking atau frequent switching adalah pembunuh produktivitas.

5. Komunikasi dulu
Kunci sukses di WFH terletak pada memprioritaskan komunikasi. Tim dan manajer Anda perlu mengetahui bahwa Anda ada dan menangani WFH dengan serius. Jadi, lebih suka menelepon kolega Anda di video atau mengobrol dengan mereka untuk pertanyaan rutin daripada mengirim email. Mintalah evaluasi kinerja rutin dari manajer Anda dan dapatkan waktu tatap muka yang memadai dengannya. Jika Anda sendirian di rumah, Anda berisiko mengalami isolasi sosial. Berpartisipasilah dalam hangout video jarak jauh yang tidak terkait dengan pekerjaan dengan tim Anda. Saat seorang manajer membagikan lebih banyak informasi daripada biasanya dengan tim Anda, berikan mereka teknologi yang mereka butuhkan, atur interaksi sosial, dan diskusikan bagaimana mereka mengatasi situasi tersebut.

6. Blokir orang
Tantangan terbesar dalam rutinitas WFH adalah kehadiran orang lain di rumah atau dari kehidupan Anda. Blokir gangguan dari orang-orang dengan menyetujui aturan dasar bersama mereka. Berpura-puralah Anda tidak berada di rumah saat mengikuti jam kerja yang kaku. Jangan terlibat dalam percakapan, panggilan pribadi, atau pekerjaan rumah. Gunakan headphone, hoodie, atau bahkan kacamata berwarna untuk menciptakan batasan.

7. Kontrol kalender
Ingat Anda mendapatkan gaji dalam situasi WFH Anda. Tetap berkomitmen pada waktu dan kiriman Anda. Hindari pekerjaan rumah atau janji pribadi selama jam kerja kecuali selama waktu istirahat yang dijadwalkan. Jangan menyalahgunakan WFH dengan menjadi tidak tersedia atau Anda akan membahayakan rasa hormat profesional Anda dan dapat kehilangan pekerjaan Anda ketika perusahaan Anda memotong biaya untuk menangani tantangan yang dipicu oleh Corona.

8. Jadwalkan ulang gangguan
Gangguan media sosial yang tidak berbahaya di kantor menjadi pembunuh produktivitas yang mematikan di WFH di mana tidak ada tim yang menarik Anda kembali bekerja. Hapus ekstensi media sosial dan matikan semua notifikasi baik di browser laptop Anda maupun di ponsel Anda. Matikan data seluler Anda dan gunakan hanya untuk panggilan. Sediakan termos kopi dan makanan ringan di meja agar Anda tidak terlalu sering bangun.

9. Produktivitas perengkahan
Jangan berharap menjadi super produktif di Hari Pertama. Harapkan target untuk menerima pukulan saat Anda menetap. Untuk memecahkan kode produktivitas, jadwalkan tugas terberat untuk pagi hari dan telepon pada sore hari. Bekerja dalam potongan 25 menit yang digigit — juga dikenal sebagai teknik Pomodoro. Setelah itu berdiri dan berjalan-jalan selama 5 menit, sebaiknya di bawah sinar matahari dan udara segar. Gunakan daftar musik atau suara latar di speaker Anda jika itu membantu Anda fokus. Saat Anda produktif dan bahagia, Anda dapat menikmati dan menghargai manfaat WFH dengan lebih baik.

Seimbangkan hidup Anda

1. Batasan fisik
Tetapkan aturan dan batasan untuk melindungi kehidupan pribadi Anda dari pekerjaan yang mungkin menjalar ke dalamnya. Jangan membawa pekerjaan jauh dari meja Anda dan jangan mengganggu waktu keluarga atau waktu sosial untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Tingkatkan interaksi sosial Anda dengan teman-teman untuk mencegah kesepian dan untuk mengimbangi kurangnya kontak manusia.

2. Rutinitas yang berulang
Ciptakan rutinitas pagi seperti hari kerja Anda. Segarkan diri, ganti pakaian kerja, jalan kaki 5 menit seperti perjalanan ke kantor dan ambil secangkir kopi sebelum Anda duduk. Demikian pula, ikuti rutinitas penghujung hari termasuk mematikan dan mengantongi laptop Anda. Rutinitas ini membantu Anda beralih antara kehidupan profesional dan pribadi Anda.

3. Istirahat pengingat
Istirahat teratur penting untuk keseimbangan mental. Di tempat kerja, istirahat datang dalam bentuk kolega yang mampir atau jalan-jalan ke mesin kopi. Di WFH, atur alarm Anda untuk istirahat rutin untuk makan, minum kopi, pekerjaan kecil, atau sekadar bangun dari tempat duduk dan berdiri sebentar.

4. Tidak ada zona telepon
Karena semua pekerjaan Anda akan dilakukan melalui teknologi, gangguan terbesar dalam kehidupan pribadi Anda adalah email, panggilan, atau pesan setelah jam kerja di ponsel Anda. Untuk menghindarinya, buatlah aturan tidak ada ponsel di kamar tidur dan ruang makan Anda dan pertimbangkan untuk mematikan koneksi data Anda selama jam-jam keluarga.

5. Mainkan peran tersebut

Jangan tetap menggunakan “perlengkapan kantor” Anda setelah pekerjaan Anda selesai. Singkirkan headphone Anda, kosongkan ruang kerja Anda, kenakan pakaian rumah dan libatkan diri sepenuhnya dalam tugas dan aktivitas keluarga biasa Anda. Jika Anda bertemu teman-teman atau berolahraga atau berjalan-jalan di luar, ganti penampilan yang pantas, nyalakan musik yang tepat dan biarkan rambut Anda terurai.

(Penulis adalah Pendiri dan CEO di Quezx.com dan Headhonchos.com)


Dipublikasikan oleh : Airtogel